ARTIKEL — October 31, 2022

Pertajam Efisiensi Supply Chain Management Dengan Teknologi IoT

Supply Chain Management Menggunakan IoT

Di tahun 2005, perusahaan e-commerce Amazon luncurkan layanan Amazon Prime. Layanan ini memungkinkan pelanggan untuk menerima pesanan mereka dalam jangka waktu satu atau dua hari. 

 

Semenjak layanan ini tersedia, industri pabrik, perdagangan, dan logistik semakin dituntut untuk menyediakan proses pemesanan dan pengiriman yang singkat. Dari pelayanan ini, muncullah istilah “Amazon Effect”.

 

Indonesia pun mengalami Amazon Effect sendiri. Dengan layanan pengiriman Instan dari berbagai platform e-commerce, pelanggan dapat menerima pesanan mereka di hari yang sama, dalam jangka waktu 3 sampai 8 jam. 

 

Menurut pakar supply chain management C. John Langley, hasil dari Amazon Effect adalah peningkatan ekspektasi pelanggan. Konsumen semakin mengharapkan pelayanan yang serba instan dimana pesanan mereka sampai dalam kondisi yang baik. 

 

Karena ini, penting bagi industri logistik dan pelayanan untuk memiliki supply chain management yang efisien dan memaksimalkan setiap langkah.

 

Supply Chain Management

 

Apa itu Supply Chain Management?

Pengelolaan rantai pasok, atau juga dikenal sebagai supply chain management, adalah penanganan seluruh flow produksi barang atau layanan. Aktivitas ini memantau pembuatan produk secara keseluruhan, dari mulai material baku sampai barang akhir, sampai barang tersebut sampai di tangan pelanggan. 


Tujuan dari supply chain management adalah untuk memaksimalkan kualitas produk, pengiriman barang, dan kepuasan pelanggan. Bagi bisnis, rantai pasok yang efisien akan memaksimalkan keuntungan dan meminimalisir pengeluaran biaya.

 

Peran dan Manfaat Supply Chain Management Bagi Bisnis Anda

Banyak bisnis belum mengerti pentingnya mengoperasi supply chain yang efisien. Padahal, supply chain management adalah peta bagi bisnis Anda agar dapat memenuhi kebutuhan pelanggan dengan cara yang menghemat biaya. Tanpa pengelolaan supply chain, tidak ada struktur operasional yang jelas, dan bisnis akan kesulitan berfungsi.


Supply chain management yang baik dapat berkontribusi kepada perkembangan bisnis. Produktivitas dan efisiensi supply chain management akan memuaskan pelanggan dan memberi mereka alasan untuk terus berbisnis dengan Anda. Maka, supply chain management berguna untuk keberlanjutan bisnis Anda.

 

Selain itu, pengelolaan supply chain yang efektif dapat membantu perusahaan mengurangi pengeluaran biaya dan mempercepat proses produksi. Performa perusahaan dan margin keuntungan dapat ditingkatkan.

 

Tahap Tahap Supply Chain Management

 

Tahap-Tahap Supply Chain Management

Ada lima langkah dalam supply chain management: perencanaan, sourcing, pengelolaan bahan baku, pengiriman barang, dan pengembalian. 

Perencanaan

Pada langkah ini, pertanyaannya adalah, apa keinginan pelanggan Anda? Dan apa saja sumber daya atau bahan baku yang diperlukan untuk memuaskan keinginan tersebut? 

Sourcing

Dalam proses ini, bahan-bahan baku dipesan dari supplier dan dicatat untuk inventaris. Disini Anda membutuhkan pengelolaan data yang akurat untuk membantu proses supply chain kedepannya. 

Pengelolaan materi

Pada tahap ini, bahan baku dikelola oleh mesin, secara manual, atau kombinasi dari keduanya. 

Beberapa langkah-langkah yang termasuk dalam tahap ini adalah perakitan, uji coba, inspeksi, dan packaging. Ini bukan bagian terakhir dari supply chain management. 

Pengiriman

Di tahap ini, konsumen mulai menilai pelayanan perusahaan Anda. Oleh karena itu, dibutuhkan kemampuan logistik yang kuat agar barang dapat dikirim dengan cepat, tanpa cacat, dan dengan mengeluarkan biaya sekecil mungkin.

Pengembalian

Jika ada kendala dengan barang yang diterima, baik kerusakan atau kekurangan, pelanggan dapat mengembalikan atau menukar produk. 

Menurut Optoro, ada kemungkinan 71% bahwa pelanggan akan kembali bertransaksi dengan Anda jika mereka puas dengan proses pengembalian barang.

 

Tantangan Bagi Supply Chain

 

Tantangan yang Dihadapi Supply Chain Saat Ini

Ekspektasi layanan instan hanya salah satu isu yang ada pada operasi supply chain

Kendala Internal Supply Chain Management

Proses supply chain melibatkan banyak data yang harus diproses secara akurat. Tanpa penanganan data yang baik, akan sulit untuk pengelola supply chain memprediksikan dan menanggapi kendala-kendala kedepannya. 

 

Supply chain management juga memerlukan pengelolaan cash flow yang detail. Dengan banyaknya operasi yang berjalan bersamaan, tracking cash flow yang kurang akurat dapat mendatangkan kerugian bagi perusahaan. Tapi dengan pencatatan pengeluaran yang baik, perusahaan dapat melihat area-area mana yang bisa lebih menghemat, dan mana yang memerlukan pengeluaran lebih. 

Dampak Faktor Eksternal Terhadap Supply Chain

Skubana juga memprediksikan akan semakin sulit bagi pedagang dan pemasok untuk memprediksikan keinginan pelanggan yang terus berganti-ganti. Ini adalah efek jangka panjang dari pandemi. Hasilnya, perusahaan tidak bisa mengetahui persis keperluan jumlah stok dan manufaktur.

 

Bukan hanya ini, tekanan ekonomi juga menyebabkan kelangkaan dan kemahalan harga sumber daya. Biaya pengiriman terus meningkat, sementara kapasitas kargo berkurang, baik lewat darat, udara, atau air.  

 

Faktor-faktor politik juga berdampak kepada supply chain. Pergantian kepemimpinan dan peraturan global maupun lokal tidak bisa dikendalikan. Jadi, perusahaan harus selalu siap beradaptasi untuk menghadapi perubahan apapun. 

 

Tren Implementasi Solusi Digital Untuk Supply Chain Management

Untuk menanggapi tantangan-tantangan di atas, perusahaan di seluruh dunia mulai mengadopsi teknologi digital seiring dengan perkembangan terbaru. Berikut beberapa bentuk teknologi yang telah dipakai oleh supply chain management perusahaan-perusahaan besar.

Digitalisasi

Di era Industri 4.0 ini, perusahaan yang tidak mengimplementasikan teknologi digital akan sulit berkembang. Digitalisasi yang efektif dapat melancarkan supply chain Anda dan menghasilkan supply chain yang adaptif.

Adopsi artificial intelligence (AI) dan otomasi

Dengan AI, aktivitas yang lebih rumit seperti perakitan barang dapat terotomasi. Jadi, tenaga kerja bisa dialokasikan ke area lain yang perlu diperhatikan. Ini mempersingkat proses supply chain Anda dan memperkecil kemungkinan adanya kesalahan yang terjadi dalam penanganan manual.

 

Perangkat IoT 2030

Penggunaan Teknologi Internet of Things (IoT)

Diperkirakan akan ada lebih dari 25.4 miliar perangkat IoT pada tahun 2030. IoT menghubungkan setiap perangkat digital ke internet. Perangkat-perangkat ini juga dapat terhubung satu dengan yang lain. Dengan teknologi ini, pengelola supply chain dan petugas-petugas operasional dapat memantau faktor-faktor seperti status inventaris, mesin yang memerlukan perbaikan, status pengiriman barang, dan bahkan suhu di unit penyimpanan.

 

Manfaat IoT Bagi Supply Chain Management Anda

Menurut laporan dari Deloitte, 79% dari perusahaan yang memiliki supply chain efisien dapat meningkatkan keuntungan mereka lebih dari rata-rata industri. Untuk mengembangkan produktivitas supply chain, diperlukan integrasi, koordinasi, dan transparansi informasi di seluruh tahap operasional. Disinilah IoT mulai berperan.

 

Studi oleh World Industrial Automation Survey di perusahaan Morgan Stanley juga menunjukkan bahwa solusi IoT sangat membantu dalam meningkatkan efisiensi operasional. Karena itu, implementasi teknologi IoT dalam supply chain management Anda dapat membawa keuntungan-keuntungan ini.

Peningkatan Efisiensi

Data yang terkumpul oleh sensor IoT dapat diakses oleh setiap pihak yang terkait. Dengan analisa data yang akurat, setiap stakeholder dapat membuat keputusan dengan cepat berdasarkan informasi yang ada. Supply chain manager juga dapat menggunakan data yang tersedia untuk mengadaptasi strategi kedepannya.

 

Bukan hanya ini, penggunaan IoT juga bisa meminimalisir kesalahan, terutama pada proses pengumpulan dan analisis data. Digitalisasi dapat membantu Anda mendapatkan data dan insight yang jauh lebih akurat.

Peningkatan Transparansi

Data yang dikumpulkan selama siklus produksi menghadirkan transparansi pada proses supply chain sendiri. Setiap pihak yang bersangkutan dapat mengakses informasi terkait setiap tahap pada supply chain. Proses produksi dan pengiriman dapat dipantau secara real-time oleh pengelola, pengirim barang, dan bahkan pelanggan. 

Kurangi Risiko

Akurasi teknologi dan AI bisa membantu mencegah risiko keamanan seperti kebocoran data, kerjaan yang tidak efisien, dan kerusakan mesin. Kalau tidak sigap ditangani, hal-hal ini dapat memperlambat produksi dan menunda pengiriman barang. Dengan IoT, informasi yang tersedia secara real-time membantu pihak yang berkaitan untuk mengambil keputusan dengan cepat. 

Kurangi Biaya dan Waktu

Dengan berkurangnya risiko dan kesalahan, Anda dapat menghemat biaya dan waktu. Teknologi IoT dapat mengumpulkan data dari semua aktivitas yang terekam dan memprediksikan permasalahan kedepannya. Pengelola supply chain dapat merencanakan strategi yang sesuai dan mempersingkat proses siklus produksi berikutnya.

 

Digitalisasi Ancol menggunakan Telkomsel IoT

 

Di Indonesia, bukan hanya industri logistik yang menuai manfaat dari penggunaan IoT. PT Pembangunan Jaya Ancol merupakan salah satu perusahaan yang bekerja sama dengan Telkomsel IoT untuk transformasi digitalnya. 

 

Tahun ini, Ancol mengimplementasikan Telkomsel IoT di properti perusahaan dengan harapan dapat menghemat biaya hingga 30%. Dengan menerapkan asset monitoring pada kawasan wisata Ancol, perusahaan juga dapat memantau kondisi aset yang ada supaya terus dapat memberikan pengalaman yang terbaik bagi para pengunjung.

 

Wing Antariksa, Direktur Transformation & Business Development Ancol, menargetkan agar jumlah kunjungan ke Ancol bertambah 57% atau sekitar 5.5 juta pengunjung. Penggunaan Telkomsel IoT akan membantu Ancol membangun ekosistem digitalnya dan mencapai target yang ada. 

 

Anda juga bisa merasakan manfaat yang sama di bisnis Anda dengan solusi Telkomsel IoT Asset Performance Management.

 

Apa itu Asset Performance Management?

 

Menurut Verdantix Green Quadrant for Asset Performance Management Solutions, semakin banyak perusahaan yang beralih ke penggunaan Asset Performance Management (APM) sejak tahun 1990-an. Bahkan pada tahun 2019, pengeluaran global untuk software APM mencapai $2.3 miliar. 


Di dunia perindustrian, APM memungkinkan setiap individu yang terkait dengan supply chain management untuk memantau aset-aset bisnis, baik di dalam atau luar ruang atau dalam transit. Teknologi ini ini menyediakan laporan, peringatan, dan data yang akurat dengan menggunakan IoT.

Fitur Telkomsel IoT Performance Management

 

Fitur-fitur Telkomsel IoT Asset Performance Management

Solusi IoT APM dapat memantau kondisi di pabrik seperti level baterai, suhu, dan kelembaban dalam ruangan maupun dalam unit penyimpanan. Caranya, sensor IoT dipasang pada setiap aset. Semua informasi ini dapat dipantau di dashboard Control Room Monitoring. 

 

Dengan visibilitas penuh atas segala operasi di pabrik atau warehouse, Anda dapat memonitor penggunaan aset, mencegah pencurian atau kehilangan barang, mendapatkan inventaris akurat, dan mencari aset tertentu dengan lebih mudah. 

 

Pencarian aset di warehouse juga terotomasi, jadi tidak harus melakukan pencarian manual. 

 

Keunggulan Telkomsel IoT Asset Performance Management Bagi Supply Chain Management Anda

Dari fitur-fitur di atas, Telkomsel IoT Asset Performance Management bisa memproses data dan menyediakan analisis dalam bentuk visual yang mudah dimengerti. Anda bisa menganalisa tren, menyesuaikan, dan mengekspor laporan sesuai kebutuhan Anda.

 

Dashboard Control Room Monitoring juga akan mendapatkan notifikasi dan peringatan ketika ada perubahan kondisi di pabrik agar bisa ditangani dengan cepat.  


Telkomsel bukan hanya menyediakan solusi bagi penanganan aset. Pelayanan kami melingkupi seluruh bagian supply chain management, termasuk pengelolaan material di pabrik.

 

Jumlah Produksi Biaya Logistik Supply Chain

 

Proses Manufaktur yang Aman Dengan Manufacturing Execution System

Ekosistem digital dapat dibangun di perusahaan Anda dengan Manufacturing Execution System (MES). Sistem ini dapat menganalisis data yang terkumpul oleh sensor IoT agar pengambilan keputusan berbasis informasi yang akurat.

 

Dengan MES, Anda bisa meningkatkan performa pabrik dan juga keuntungan perusahaan. Kurangi biaya logistik hingga 21% dan biaya pengelolaan mesin. Tingkatkan efisiensi alat-alat pabrik dan naikkan jumlah produksi hingga 20%. MES juga dapat mengurangi risiko kecelakaan pada operasional pabrik.

 

Selain memantau aset bisnis dan memastikan keamanan dan efisiensi proses produksi, Telkomsel IoT Control Tower dan TOMS akan memastikan produk Anda sampai ke tujuan tanpa mengkompromi kualitas.

 

Solusi Telkomsel IoT Control Tower untuk supply chain management 

 

Pengelolaan operasional yang besar melibatkan banyak data yang perlu ditangani dengan benar. Menurut laporan Statista, data yang dikelola dengan teknologi IoT di seluruh dunia pada tahun 2021 mencapai 13.6 zettabytes! 

 

Informasi sebanyak ini tentunya tidak bisa ditangani secara manual. Jika diproses dengan baik, data ini dapat memberikan insight mengenai performa supply chain dan meningkatkan efisiensi supply chain management Anda..

 

Dengan teknologi IoT, setiap langkah pengelolaan rantai pasok juga jadi terotomasi, dan otomatis dipermudah. Telkomsel IoT Control Tower memberikan visibilitas bagi operasional supply chain management dalam satu platform yang terintegrasi. 

 

Cukup dengan meng-input data pesanan pada platform, teknologi artificial intelligence akan membantu pemeriksaan alamat pengiriman, mengoptimasi jadwal pengiriman, dan menugaskan pengemudi yang terdekat untuk pengiriman yang efektif. 

 

Bukan hanya industri logistik yang dapat menuai manfaat dari IoT Control Tower. Perusahaan yang bergerak dalam bidang pabrik, pertambangan, perdagangan, obat-obatan, bahkan makanan dan minuman juga akan terbantu dengan Control Tower.

 

Pengiriman yang Gesit dan Aman Dengan TOMS dan Fleetsense

 

Dengan Telkomsel IoT TOMS, pengiriman produk bisa dioptimalkan melalui dashboard dan aplikasi handphone. Aktivitas pengiriman yang terotomasi menjadi solusi untuk operasi pengiriman barang, dari mulai penugasan armada, alokasi pengemudi, dan penjadwalan perjalanan.

 

TOMS bisa disesuaikan untuk keperluan bisnis Anda. Fitur-fitur TOMS memungkinkan Anda untuk melacak lokasi barang dan mengoptimalkan rute armada agar pesanan bisa sampai di tujuan tepat waktu. Penjadwalan untuk pengambilan dan pengiriman barang juga terotomasi dan ditugaskan ke agen terdekat. Supply chain manager Anda juga dapat mempelajari laporan geo-analitik yang tersedia, yang diambil dari perjalanan armada. 

 

Dengan TOMS, Anda bisa terus memperbaiki pelayanan Anda dan mendapatkan kepercayaan pelanggan karena layanan yang terus membaik. Sistem yang terotomasi juga membantu Anda menghemat biaya dan memonitor performa karyawan Anda. Sehingga bukan hanya pelanggan yang diuntungkan, tapi perusahaan Anda juga.

 

Sementara itu, solusi Fleetsense menggunakan teknologi IoT yang dipasang di setiap unit armada Anda. Fitur Front Collision Warning dan Pedestrian Detection dapat membantu sopir untuk mengemudi dengan lebih aman, menjaga pengemudi dan kargo yang dibawa dari kecelakaan.

 

Driver Status Monitoring juga membantu Anda melihat perilaku pengemudi selama perjalanan, dan memperbaikinya jika ada perilaku yang membahayakan seperti mengemudi sambil merokok atau memegang handphone. 

 

Teknologi IoT Terintegrasi Sebagai Solusi Efisiensi Supply Chain Management

Bisnis Anda harus selalu siap beradaptasi agar sigap memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan yang terus berubah. Tuntutannya bukan hanya pada kualitas produk yang harus sempurna, tapi juga pelayanan bagi pelanggan. 

 

Pengiriman barang yang gesit tanpa mengkompromi kualitas produk penting bagi pelanggan. Anda harus bisa melakukan semua ini dengan efisien tanpa biaya berlebihan. Jadi, perlu ada supply chain management yang efisien, terstruktur, dan terotomasi.

 

Solusinya adalah implementasi teknologi IoT. Dengan solusi Telkomsel IoT Asset Performance Management, proses produksi dapat terkendali secara central, dimana setiap langkah dapat Anda pantau secara real time. 

 

Setelah produk jadi, pengiriman ke pelanggan juga dijaga keamanan dan efisiensinya dengan IoT Control Tower, TOMS, dan Fleetsense. Barang akan sampai di tujuan tempat waktu dan tanpa kompromi di kualitas.

 

NEWS — Oct 28, 2020
How Smart City Can Provide Resilience for the Next Normal

The pandemic shows how vulnerable our society can be. What nece

READ MORE >>
The Rise of Internet of Things
NEWS — Aug 04, 2021
2021: The Rise of Internet of Things in Indonesia

Learn about the 4 elements of IoT that can assist the developme

READ MORE >>
NEWS — Aug 12, 2022
Government's Vision On Digital Transformation

The current industry is in a state of digital transformation wi

READ MORE >>
Manufacturing Business
NEWS — Oct 25, 2021
The Unbeatable Business Benefits You’ll Gain Through Data Insight

Smart Manufacturing Solutions come with high ROI. With data Ins

READ MORE >>
NEWS — Aug 25, 2022
Winner of 9 Selular Awards Categories

Including the Best Digital Service and the Best Initiative for

READ MORE >>
Take Control of Costs
NEWS — Mar 06, 2020
Take Control of Costs Once and for All

Don’t underestimate the damage small leaks can do to your bus

READ MORE >>
Manufacturing with IoT
NEWS — Apr 14, 2021
Boosting Operational Continuity in Manufacturing with IoT

IoT has been circulating through the manufacturing industry for

READ MORE >>
The Significance of Workforce
NEWS — Sep 27, 2021
The Significance of Workforce Training to Ensure a High-Class IoT Based Company

In the fast-paced technology and work changes, how does the com

READ MORE >>